Al-Quran, Peta Kehidupan

al-quran Qur'anic solution and Healing Pusat Terapi Al Qur'an Banjarmasin

Bagaimana Menjadikan Al-Quran sebagai Peta Kehidupan-Penunjuk Jalan?

The Secret yang dikarang oleh Rhonda Byrne adalah satu buku yang
heboh dan populer di tahun 2007. Buku terjemahan ini dicetak berulang-ulang karena banyak sekali peminatnya. Saya juga ikut membeli setelah
melihat clip video pemberian seorang teman. Buku ini menjelaskan
tentang Law Of Attraction (Hukum Tarik Menarik). Buku ini menarik untuk dibaca dengan berbagai macam komentar tokoh-tokoh, para ahli dan berbagai kisah nyata orang-orang yang telah mencobanya.

Namun, bagi kita yang beragama Islam, buku ini perlu diwaspadai karena banyak bagian dari buku ini melupakan Allah  sebagai Pencipta setiap kejadian dan keberhasilan. Wajar saja karena buku ini bukan ditulis oleh seorang muslim. Sebagai contoh, pada Bab Cara Menggunakan Rahasia, disitu
tertulis beberapa paragraf :
• “Anda adalah pencipta, dan sebuah proses yang mudah untuk  mencipta dengan menggunakan hukum tarik-menarik.”
• “Kisah yang indah ini (kisah Aladin dan lampu wasiatnya)
menunjukkan bagaimana seluruh hidup Anda serta segala sesuatu
yang ada di dalamnya telah diciptakan oleh Anda…Anda adalah
tuan dari semesta, dan Jin ada disana untuk melayani Anda. Anda
memikirkannya , dan Jin segera mulai mendongkrak semesta melalui
orang-orang, situasi, dan peristiwa untuk memenuhi keinginan
Anda.”

Keyakinan yang benar dalam Islam adalah bahwa Allah Sang
Pencipta yang sebenarnya, bukan kita makhluk yang lemah yang selalu
bergantung dan memerlukan pertolongan Allah. Dan kita juga harus
minta tolong kepada Allah Yang Maha Kuasa bukan minta tolong
kepada jin atau meminta kepada Semesta. Semoga orang-orang yang
membaca buku The Secret, bisa lebih teliti, kritis dan waspada terhadap
penyelewengan aqidah Islam.

Kalau Anda ingin membaca buku yang sejenis, maka saya
sarankan Anda membaca buku Al-Qur’an, The Ultimate Secret yang ditulis
Astrid Darmawan dan Muhammad Hidayat. Buku ini salah satu buku yang
memotivasi saya agar lebih sering untuk membaca dan mengamalkan Al-
Qur’an sebagai Mukjizat yang masih ada sampai saat ini. Mengamalkan
Al-Qur’an sebagai yang hakiki yang dapat membahagiakan kita di dunia
dan akhirat. Buku lain yang menarik adalah Sukses Hidup Bersama Al-
Qur’an karya Khalid Ibnu Abdul Karim Al Lahm yang menjelaskan tentang
kiat-kiat agar bisa sukses dalam hidup dengan Al-Qur’an.

Al-Qur’an memang tidak ada bandingannya. Mukjizat yang luar
biasa, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Ingin bahagia?
Ada doanya dalam Al-Qur’an Ingin sukses?. Ingin kaya? Ada doanya
dalam Al-Qur’an.Ingin sukses? Ada doanya dalam Al-Qur’an. Ingin punya
rumah? Ada doanya dalam Al-Qur’an. Ingin punya anak? Ada doanya
dalam Al-Qur’an. Ingin punya kekuasaan? Ada doanya dalam Al-Qur’an.
Ingin memandang (melihat) Allah? Ada doanya dalam Al-Qur’an. Atau apa
pun yang Anda inginkan, semua ada dalam Al-Qur’an. Semuanya lengkap
terangkum dalam sebuah , Al-Qur’anul Karim.

Inilah yang saya jadikan dasar, salah satu layanan terapi di Hipnoterapi Banjarmasin . Mereka yang datang dengan membawa berbagai masalah kehidupan, kami layani dengan solusi dari Al-Qur’an dikombinasikan dengan terapi energi psikologi yang sedang trend sekarang ini seperti NLP, EFT dan hipnoterapi.

Dari sejak kecil penulis sering memperhatikan bagaimana
sikap dan pengamalan masyarakat secara umum terhadap Al-Qur’an.
Bagaimana pelajaran Al-Qur’an diajarkan dan bagaimana penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari terutama di sekolah, lembaga, dan
masyarakat pada umumnya.

Pertama, Penulis menemukan bahwa sebagian masyarakat membaca Al-Qur’an untuk mendapatkan pahala. Ini sudah benar, namun sayangnya tidak ditindaklanjuti dengan mengkaji terjemah dan tafsir Al-Qur’an ayat/surat yang dibaca, sehingga tidak dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, Penulis melihat bahwa sebagian masyarakat belum membaca secara rutin setiap hari. Ketiga, yang sudah biasa membaca setiap hari, namun jarang membaca terjemahnya dan memahami kandungannya. Oleh karena itu, kita perlu memperbanyak sekolah atau pesantren yang mengajarkan
Al-Qur’an disertai dengan praktek langsung terhadap ayat/surat yang
dikaji, kemudian dilakukan evaluasi penerapan ayat/surat secara ketat,
kontinyu, terarah, dan sistematis setiap hari. Hasil akhir yang diinginkan
adalah terbentuknya akhlaq siswa/santri yang permanen sesuai Al-
Qur’an, sehingga Al-Qur’an betul-betul teraplikasi dalam kehidupan
sehari-hari.

Penulis punya cita-cita untuk mendirikan sebuah lembaga training/
pendidikan yang dapat membantu mewujudkan karakter berbasis Al-
Qur’an dengan mudah dan permanen. Saat ini Penulis sedang merintis
dan mengamalkan secara pribadi dan Insyaa Allah akan dijadikan buku
dengan judul “Mencetak Al-Qur’an Berjalan- Membentuk Karakter Al-
Qur’an berbasis Mind Theraphy”.

Al-Qur’an bisa memberikan manfaat untuk meraih kebahagiaan
di dunia dan akhirat, dengan syarat harus ada komitmen untuk selalu
membaca, menghafal dan mengamalkannya. Agar bisa membaca
dengan konsisten, harus ada rasa cinta terhadap Al-Qur’an.

Bagaimana ciri-ciri hati yang mencintai Al-Qur’an?

Pertama, merasa bahagia jika membaca dan mentadabburi Al-Qur’an. Kedua, merasa rindu apabila
tak membacanya, saat ada halangan dan rintangan. Ketiga, yakin
akan petunjuk dan arahannya, berdiskusi dan mencari solusi masalah
kehidupan dengan Al-Qur’an. Keempat, taat terhadap perintah dan
larangannya.

Apabila Anda mempunyai keempat ciri di atas berarti Anda sudah
mencintai Al-Qur’an dengan baik, sebaliknya apabila ciri tersebut tidak
ada pada diri Anda, maka Anda harus bersedih dan berusaha meraih
kecintaan hati terhadap Al-Qur’an. Kembalilah kepada Allah, bertaubat
kepada-Nya, dan mintalah agar Anda diberi kecintaan terhadap Al-
Qur’an.

Agar bisa mengamalkan Al-Qur’an dengan baik, kita harus melakukan
tadabbur terhadap Al-Qur’an. Tadabbur adalah memikirkan (tafakkur),
merenungkan (ta’aamul) ayat-ayat Al-Qur’an dengan maksud untuk
memahaminya, menemukan makna, hukum dan maksudnya. Beberapa
ayat di bawah ini menjadi ciri ciri pembacaan dan pemaknaan Al-Qur’an,
yaitu :

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-
Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar
karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian
menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah
petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-
Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang
pun pemberi petunjuk baginya.” (Az Zumar : 23)

“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada
Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata
disebabkan kebenaran (Al-Qur’an) yang telah mereka ketahui(dari
kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami
telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi
saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad saw).(Al
Maidah:83)

“Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka
(orang-orang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kamu
yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?” Adapun orangorang
yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka
merasa gembira.” (At-Taubah : 124)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka
yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila
dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka
(karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal.” (Al-Anfal:2)
Dan apabila dibacakan (Al-Qur’an itu) kepada mereka, mereka
berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al-Qur’an itu adalah
suatu kebenaran dari Tuhan Kami, sesungguhnya Kami sebelumnya
adalah orang-orang yang membenarkan (nya). (Al-Qashash : 53)

Ayat-ayat diatas menjelaskan 7 ciri pembacaan dan pemaknaan
Al-Qur’an dengan tadabbur (merenunginya). Pertama, bersatunya hati
dan pikiran saat membacanya. Kedua, menangis karena takut kepada
Allah. Ketiga, menambah khusyu. Keempat, menambah iman. Kelima,
merasa bahagia. Keenam, gemetar karena takut kepada Allah, kemudian
menjadi tenang. Ketujuh, sujud sambil menangis. `

Setelah membaca dan tadabbur terhadap Al-Qur’an, maka
langkah selanjutnya adalah mengamalkan dan mendakwahkan Al-Qur’an
dalam kehidupan sehari-hari agar Al-Qur’an bisa menjadi “Al-Qur’an
Berjalan” yang menjadi karakter orang-orang yang membacanya, serta
benar-benar terwujud nyata dalam kehidupan sehari-hari. Semoga

Bagaimana Pendapat Anda? Silakan tinggalkan komentar/pesan di kolom Komentar.

Konsultasi /Terapi  Al Qur’an: 0821.4886.9567. Pin BB : 29A83BD9

One thought on “Al-Quran, Peta Kehidupan

Komentar ditutup.