Bahagia Dunia Hanya Sehari

Mengapa Bahagia Dunia Hanya Sehari?

Bahagia-Dunia-Hanya-Sehari

Dunia adalah tempat sementara dan Allah ciptakan kehidupan dunia penuh dengan permainan dan sesuatu yang dapat melalaikan.

Namun, ia juga dapat dimanfaatkan untuk kebaikan, asal di raih dan digunakan atas dasar iman. Dijadikan kecintaan dan pandangan yang indah pada manusia terhadap berbagai kesenangan dan fasilitas dunia.

Jabatan, harta, anak, wanita, kendaraan, rumah dan fasilitas hidup lainnya menjadi kecintaan manusia, sehingga sebagian mereka ada yang berlomba-lomba, bahkan saling berbangga-banggaan terhadap apa yang sudah diraih dan dimilikinya.

Kecintaan terhadap dunia dan segala isinya, kadang melalaikan
manusia akan ayat-ayat Allah, syariat Allah dan ibadah kepada-Nya.
Padahal kita semua mengetahui bahwa kehidupan kita ini hanyalah
sementara dan sangat singkat.

Beberapa ayat di bawah ini semoga
menambah iman dan motivasi kita terhadap kehidupan Akhirat dan
menyadarkan kita bahwa dunia bersifat tidak kekal (fana).

 “Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’
Mereka menjawab, “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah
hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.”
Allah berfirman, “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar
saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui. Maka apakah kamu
mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara
main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada
Kami?” (Al-Mu’minun: 112-115)

 “Kami tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari).”
Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata
orang yang paling lurus jalannya diantara mereka: “Kamu tidak
berdiam (di dunia), melainkan hanya sehari saja” (Thoha :103-104)

 “Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak
percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan
kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan
orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya
ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (Yunus:7-8)

 “Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah
permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegahmegah
di antara kamu serta berbangga-banggaan tentang
banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya
mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering
dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan
di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah
serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah
kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid: 20)

 “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apaapa
yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak
dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan
sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah
lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah, “Inginkah aku
kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”
Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan
mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka
kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan
serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-
Nya.” (Ali Imran: 14-15)

Hidup ini sangat singkat. Di dunia ini kita diuji untuk mengetahui
siapa yang paling baik amalnya, kemudian meninggalkan dunia menuju
akhirat yang kekal, di mana kita akan tinggal selama-lamanya. Sebagian
orang menyiapkan diri untuk akhirat. Sebagian yang lain, larut dalam
syahwat nafsu dan tipuan dunia, waktu demi waktu mereka kerahkan
untuk mengejar dunia dan mereka menikmatinya seakan tidak berpisah
dengannya.

Hal inilah yang banyak memperdaya manusia karena semua
kesenangan di dunia ini bersifat sementara dan tidak mampu memuaskan
manusia secara sempurna. Tanpa diiringi dengan iman dan ibadah
kepada Allah, maka manusia akan jatuh ke dalam lembah maksiat dan
penuhanan terhadap syahwat dan kesenangan dunia. Mari kita gunakan
semua fasilitas dunia yang kita miliki untuk taqarrub (mendekatkan diri)
kepada Allah.

Pantaslah Rasulullah SAW memberi nasehat yang penuh makna
tentang kehidupan dunia, dari Ibnu ‘Umar ra berkata, Rasulullah SAW
memegang kedua pundakku lalu bersabda , “Jadilah engkau hidup di
dunia ini seperti orang asing atau musafir.” Lalu Ibnu ‘Umar menyatakan,
“Apabila engkau berada di sore hari maka janganlah menunggu hingga
pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah
menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum
datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang
kematianmu.” (HR. Bukhari)

Para ulama menjelaskan hadits ini yaitu:
• Janganlah engkau condongkan hatimu kepada dunia
• Janganlah engkau menjadikannya sebagai tempat tinggal abadi
• Janganlah terbetik dalam hatimu untuk tinggal lama di dalamnya
• Janganlah engkau terikat dengannya, kecuali sebagaimana terikatnya
orang asing di negeri keterasingannya (yakni orang asing tidak akan
terikat di tempat tersebut kecuali sedikit sekali dari sesuatu yang dia
butuhkan )
• Janganlah engkau tersibukkan padanya dengan sesuatu yang orang
asing yang ingin pulang ke keluarganya tidak tersibukkan dengannya.

Dunia bukanlah tempat menetap yang abadi. Ia hanyalah
persinggahan sementara. Oleh karena itu, jadikan diri kita bagaikan
seorang musafir atau orang asing yang selalu bersiap-siap untuk menuju
tujuan akhir yaitu akhirat. Mengambil bagian dari dunia ini yang bisa
membantu untuk taat kepada Allah dan menyiapkan bekal kembali ke
negeri akhirat.

Hidup di dunia sangat singkat, sehingga Allah menyatakan dalam Al-Qur’an bahwa hidup di dunia hanya sehari saja (Thoha :103-104).

Sebagai gambaran bagi manusia agar benar-benar menggunakan waktu hidupnya dengan sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah.

Bagi yang hidupnya penuh cobaan dan penderitaan, bersabarlah karena hidup di dunia hanya sehari saja.

Bagi yang hidupnya penuh kenikmatan dan kebahagiaan, bersyukurlah, karena kita menikmatinya sehari saja.

Jangan tertipu dengan kehidupan dunia karena ia hanya sementara.

Jangan tertipu  dengan kehidupan dunia karena hidup kita hanya sehari saja.

Terakhir, marilah kita ingat pesan ‘Ali bin Abi Thalib ra tentang
kehidupan dunia, agar kita tidak tertipu dengan kehidupan dunia.

Beliau berkata, “Dunia berjalan meninggalkan manusia, sedangkan akhirat
berjalan menjemput manusia dan masing-masing memiliki generasi.
Maka jadilah kalian generasi akhirat dan janganlah kalian menjadi
generasi dunia. Karena hari ini yang ada hanyalah amal dan belum dihisab
sedangkan besok yang ada adalah hisab dan tidak ada lagi amal.”

Bagaimana Pendapat Anda? Silakan tinggalkan komentar/pesan di kolom Komentar.

Konsultasi /Terapi Agar Tidak Berlebihan Cinta pada Dunia  : 0821.4886.9567.

Pin BB : 29A83BD9