Rahasia Bahagia, Sehat Dan Berumur Panjang

apakah-itu-program-diet-okinawa--300x237

Cara Bahagia, Sehat Dan Berumur Panjang

Sebagian orang menginginkan agar bisa bahagia, sehat dan berumur panjang dengan tubuh yang bugar. Banyak orang yang berdoa agar dipanjangkan umur, sehingga dapat memanfaatkan hidupnya dengan sebaik-baiknya.  Penelitian- penelitian ilmiah modern mulai menyingkap misteri tentang umur yang panjang.

Baca juga : Jurnal Penelitian tentang Hipnoterapi di Indonesia

Seseorang yang ingin berumur panjang cenderung selalu menjaga kesehatannya, seperti spiritual, pola pikir, emosi, dan perilaku makan. Ternyata hal tersebut membuat orang tersebut bertambah umurnya
bila dibandingkan dengan orang yang hidupnya penuh dengan aktifitas
negatif yang merusak, seperti narkoba (Lihat cirinya), minuman keras , pesimis, buruk sangka dan lain-lain.

Selain faktor taqdir (ketetapan) yang sudah ditentukan Allah
terhadap umur seseorang, ternyata umur juga dipengaruhi faktor-faktor
sunnatullah, sehinggga secara alamiah umur manusia bisa di atur, jika
dinginkan dengan mengikuti kaidah-kaidah sunnatullah yang ada.

Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan Anda untuk
mendapatkan umur yang panjang dan berkualitas, serta memberikan
manfaat untuk sesama. Ada beberapa cara agar bisa hidup 100 tahun,
namun masih sehat dan bugar, yaitu :

Serba 1/3
Inilah salah satu resep bugar dan sehat Rasulullah SAW, seperti
sabdanya:
“Tidaklah sekali-kali manusia memenuhi sebuah wadah yang lebih
berbahaya dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap
makanan untuk menegakkan tubuhnya. Jika ia harus mengisinya, maka
1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman dan 1/3 lagi untuk nafas (udara).”
(H.R. Tirmidzi)

Yang lebih menarik lagi adalah ketika Nabi Muhammad SAW pernah
dikirimi seorang tabib dari Mesir sebagai tanda persahabatan. Tabib
ini ditugaskan di Madinah untuk mengobati kaum muslimin yang sakit.
Setelah 8 bulan tinggal di Madinah ternyata tidak ada seorang pun
yang datang berobat kepadanya. Akhirnya, ia pamitan kepada Nabi
Muhammad SAW untuk pulang ke Mesir karena jasanya lebih dibutuhkan
di sana.

Sebelum pulang tabib bertanya kepada beliau tentang rahasia kaum
muslimin yang selalu bugar dan tak pernah sakit dalam saat 8 bulan
tabib tersebut bertugas di Madinah. Rasulullah SAW menjawab, ”Kami
adalah umat yang tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan
sebelum kenyang.”

Pada tahun 2006, Christian Leeuwenburgh dari Institute of Aging
Universitas Florida melakukan penelitian terhadap porsi makan. Ia
menemukan bahwa pengurangan 8% porsi makan (maksudnya; “porsi
makan sampai kenyang” yang biasa dikonsumsi setiap hari), dapat
mencegah kerusakan organ akibat penuaan.

Selain itu, makan sedikit memungkinkan tubuh untuk lebih
fokus memperbaiki dirinya sendiri seperti membuang toksin, perbaikan
DNA, dan regenerasi sel berlangsung lebih baik. Sebaliknya, apabila
banyak makan, maka tubuh akan fokus melakukan katabolisme
(penguraian makanan dalam tubuh), sehingga perbaikan tubuh tidak
optimal. Kelebihan makan tadi menyebabkan timbulnya penyakit yang
disebabkan kelebihan zat makanan tertentu di dalam tubuh atau darah,
seperti tekanan darah tinggi, kencing manis, asam urat dan penyakit
lainnya yang dapat memperpendek umur manusia. Hal ini sudah
dibuktikan ahli biologi molekuler, Suba Rao pada tahun 2004 dalam
sebuah penelitiannya.

Rasa Bahagia 

Seorang Profesor dari Belanda bernama Ruut Veenhoven dari
Universitas Erasmus, Rotterdam melakukan peninjauan ulang terhadap
3 buah penelitian yang dilakukan selama 30 tahun di seluruh dunia rasa
bahagia membuat hidup lebih lama dan awet muda. Ruut menyatakan
bahwa,”Kebahagiaan tidak menyembuhkan, tetapi melindungi kita dari
penyakit.”

Beberapa kesimpulan hasil penelitian tersebut adalah :
a. Rasa bahagia dapat menambah usia 7,5-10 tahun.
b. Rasa bahagia mengurangi rasa sakit pasien kanker.
c. Rasa bahagia terbukti melindungi orang sehat dari penyakit.
d. Rasa bahagia lebih waspada terhadap berat badannya dan lebih hati-hati
terhadap gejala penyakit yang timbul pada dirinya

Amal shaleh
Amal shaleh merupakan buah keimanan. Amal shaleh berpengaruh
terhadap emosi dan kejiwaan seseorang. Semakin banyak melakukan
amal shaleh, maka emosi dan kejiwaan seseorang akan semakin stabil.
Emosi dan jiwa yang stabil akan menyebabkan harapan hidup yang lebih
tinggi.

Inilah rahasia seorang Arab bernama Al rashidi. Ia berumur 124
tahun, namun ia masih kuat untuk menunaikan amal shaleh yaitu ibadah
haji, padahal ibadah haji menuntut ketahanan tubuh yang prima. Yang
mengherankan adalah ia telah melakukan ibadah haji sebanyak 95 kali
lengkap dengan rukun dan syarat-syaratnya, sehingga direncanakan
masuk catatan Guiness Book World of Record.

Ketika ditanya apa rahasia panjang umurnya?
Al Rashidi menjawab, “Ibadah haji membuat pikirannya tenang dan
damai. Ketaqwaan dan amal shaleh (perbuatan baik) dapat membuat
orang panjang umur.”

Rahasia Umur Panjang Nelayan Okinawa

Umur harapan hidup orang Jepang rata-rata 79,9 tahun, namun
nelayan Okinawa mencapai 81,2 tahun. Bahkan sebagian besar nelayan
di Teluk Okinawa berumur 100 tahun. Mereka lebih sehat dibandingkan
orang Jepang di pulau lainnya.

Mereka tidak hanya berumur panjang, namun tetap beraktifitas
dan menikmati kehidupan sosial dengan sejahtera sepanjang hidupnya
seperti dilaporkan studi Harvard Medical School selama 25 tahun.
Bahkan studi hidup sehat (study Centenarian) yang dilakukan Dr.
Makoto suzuki yang dilakukan untuk menemukan rahasia umur panjang
nelayan Okinawa tersebut, kemudian mengemasnya dalam sebuah
tatanan hidup sehat yang disebut Okinawa Program.

Bagaimana nelayan Okinawa bisa berumur panjang? Kalau dilihat
dari fisiknya, nelayan Okinawa rata-rata bertubuh kurus. Pola makan
mereka serba alami, porsi makan yang kecil (sedikit) dan tidak makan
makanan olahan. Makanan alami yang biasa dimakan adalah jenis padipadian, kacang-kacangan, biji-bijian, umbi, sayur dan buah segar. Lauk
utamanya adalah ikan laut. Air minum diambil dari mata air alami, udara
yang mereka hirup masih segar penuh dengan kandungan zat oksigen,
ditambah sayur dan buah yang bebas dari zat kimia.

Nelayan Okinawa memiliki tradisi berpuasa, hidup jauh dari stres,
menjunjung tinggi kebenaran, disiplin, santun, hidup serasi dengan
alam dan menata keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan sosial
lainnya. Mereka gemar menari, berkebun dan berjalan kaki. Kehidupan
sosial di Teluk Okinawa penuh dengan canda, tawa dan riang gembira.
Tak heran desa di teluk Okinawa diberi julukan Shangri la yaitu pulau
khayalan tempat kebahagiaan tanpa akhir. Semoga kita Bahagia, Sehat Dan Berumur Panjang dalam amal shaleh dan mendapatkan surga  tempat kebahagiaan tanpa akhir yang sesungguhnya.

Bagaimana Pendapat Anda? Silakan tinggalkan pertanyaan/ komentar/pesan/kritik yang membangun di kolom Komentar.

Konsultasi /Terapi Sehat dan Bahagia : 0821.4886.9567.  Pin BB : 29A83BD9