Dalam Sebulan Di Kalsel Ribuan Orang Mengalami Gangguan Jiwa

dalam-sebulan-di-kalsel-ribuan-orang-mengalami-gangguan-jiwa-300x192 Dalam Sebulan Di Kalsel Ribuan Orang Mengalami Gangguan Jiwa

Mengapa Di Banjarmasin dan Kalsel Ribuan Orang Mengalami Gangguan Jiwa?

Seperti hari-hari biasa, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum Kamis (10/3) kemarin terlihat lengang. Dari luar, suara-suara penghuninya teredam tembok kokoh bangunan yang berdiri di daerah rawa di tepi JalanGubernur Syarkawi Km 3,9. Gambut, Kabupaten Banjar.

Keheningan terasa di  salah satu  ruangan di RSJ Sambang Lihum.  Warna hijau ruangan dengan jendela teralis membuat kesan suram itu makin menjadi. Dari jendela teralis itu,  puluhan pasien berdiri dan memandang ke luar melalui jendela dengan tatapan yang kosong. Ada juga yang rebahan dan duduk tanpa suara.

“Mereka pasien baru. Depresi berat. Belum bisa diajak berkomunikasi,” jelas Ayub Khan, staf Humas RSJ. RSJ Sambang Lihum mencatat, setiap bulan mereka menerima kunjungan rawat jalan  ribuan orang, dengan kondisi gangguan jiwa ringan. Ratusan pengidap gangguan kejiwaan lainnya harus dirawat inap di RSJ.

Di bulan Januari 2016 saja, jumlah pasien baru yang dirawat inap mencapai 131 orang dan 1.277 lainnya disarankan untuk rawat jalan.

Sedangkan pada bulan Februari 2016 jumlah pasien baru yang dirawat inap meningkat menjadi 135 orang dan 1.463 lainnya menjalani rawat jalan.

Direktur RSJ Sambang Lihum Dharma Putra mengungkapkan bertambahnya pasien  membuat kapasitas rumah sakit overload. Dalam kondisi ini, mereka harus kerja keras untuk melakukan penyembuhan pasien secara cepat, agar dapat segera dipulangkan. “Kami bisa menjamin dalam 21 hari pasien dapat sembuh,” tambahnya.

Persoalan tak selesai walaupun pasien sudah sembuh. Terkadang masih ada kendala untuk memulangkan pasien, karena keluarga pasien tidak mau menerima kepulangannya. “Kalau bukan keluarganya, biasanya masyarakat sekitar tempat tinggal pasien itu yang menolak kepulangannya,” ungkapnya.

Baca Juga : Hipnoterapi Menurunkan Stres 

Dharma menuturkan, biasanya masyarakat menolak kepulangan pasien RSJ dikarenakan sebelum pasien tersebut disembuhkan seringkali membuat onar dengan cara mengamuk. “Jadi masyarakat takut pasien tersebut mengamuk lagi,” ujarnya

Padahal secara teoritis, ia menjelaskan penyebab terganggunya kejiwaan seseorang dipengaruhi oleh pola psikologis atau perilaku yang pada umumnya berkaitan dengan stres. Jadi ketika disembuhkan kemungkinan si pasien tidak lagi mengamuk. “Dalam 10 hari perawatan saja, kami sudah bisa memastikan pasien tidak akan lagi mengamuk,” jelasnya.

Bukan hanya di RSJ Sambang Lihum, di tempat pusat kesehatan lain yang melayani warga mengalami gangguan jiwa juga selalu menerima banyak pasien setiap harinya. Salah satunya adalah Puskesmas Martapura.

Kepala Puskesmas Dedi Kurniadi mengungkapkan, dalam seminggu mereka dapat menerima hingga 75 pasien dalam kondisi mengalami gangguan kejiwaan. “Kami melayani warga mengalami gangguan jiwa setiap hari Selasa dan di hari itu yang datang selalu banyak,” ungkapnya.

\Ia menuturkan, kebanyakan warga yang datang tersebut dalam kondisi stres berat dengan berbagai faktor. “Memang ada beberapa faktor yang menyebabkan stres, misalkan faktor ekonomi dan kejiwaan,” tutupnya. (Radar Banjarmasin)

Konsultasi/Terapi Gangguan Jiwa di Banjarmasin, Kalimantan Selatan :

HP/WA. 082148869567