Hipnotis/Hipnosis Modern Bukan Sihir Dan Kekuatan Jin

images?q=tbn:ANd9GcRJyDPbGeKkqgwIgbGbDMJs9f2qOhj0jUIGkwOQoacGFLDQCRxJ Hipnotis Ilmiah Bukan Sihir Belajar Hipnotis Banjarmasin

 

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran angkatan 2011 setelah dilakukan hipnoterapi mengalami penurunan tingkat stres, dimana besar prosentase terbesar yaitu sebesar 53,33% mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran angkatan 2011 dari 30 responden tingkat stresnya menjadi normal. Setelah dilakukan hipnoterapi mahasiswa terlihat lebih tenang, rileks, gembira, dan bersemangat.

Hipnoterapi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran angkatan 2011 memberikan pengaruh terhadap penurunan tingkat stres karena adanya penurunan hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang merupakan hormon stres. Penurunan hormon ACTH menyebabkan seseorang menjadi rileks dan tenang. Hipnoterapi juga dapat mempengaruhi pernafasan, denyut jantung, denyut nadi, tekanan darah, mengurangi ketegangan otot dan kordinasi tubuh, dan memperkuat ingatan, meningkatkan produktivitas suhu tubuh, serta mengatur hormon-hormon yang berkaitan dengan stres.

Penurunan tingkat stres tersebut dibuktikan dengan uji wilcoxon match pairs test. Berdasarkan hasil uji wilcoxon match pairs test tingkat stres sebelum dan sesudah dilakukan hipnoterapi diperoleh hasil perhitungan dengan nilai p-value yang lebih kecil dari α =0,05 yang menunjukkan penolakan terhadap Ho. Dengan kata lain, terdapat pengaruh yang bermakna antara penggunaan hipnoterapi terhadap tingkat stres pada mahasiswa Fakuktas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran Angkatan 2011.

Sebagian besar perubahan fisiologis tersebut terjadi akibat aktivitas dua sistem neuroendokrin yang dikendalikan oleh hipotalamus yaitu sistem simpatis dan sistem korteks adrenal (Prabowo & Regina, 2007). Hipotalamus adalah pusat stres otak karena fungsi gandanya dalam keadaan darurat. Fungsi pertamanya adalah mengaktifkan cabang simpatis dan sistem saraf otonom Hipotalamus menghantarkan impuls saraf ke nukleus-nukleus di batang otak yang mengendalikan fungsi sistem saraf otonom.

Cabang simpatis darisistem saraf otonom beraksi langsung pada otot polos dan organ internal untuk menghasilkan beberapa perubahan tubuh seperti peningkatan denyut jantung dan peningkatan tekanan darah.Sistem simpatis juga menstimulasi medula adrenal untuk melepaskan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin ke dalam pembuluh darah, sehingga berdampak meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, dan norepinefrin secara tidak langsung melalui aksinya pada kelenjar hipofisis melepaskan gula dari hati. Hormon adrenokortikotropik (ACTH) menstimulasi lapisan luar kelenjar adrenal (korteks adrenal) yang menyebabkan pelepasan hormon (salah satu yang utama adalah kortisol) yang meregulasi kadar glukosa dan mineral tertentu di dalam (Atkinson, 1996).   (Sumber : jurnal.unpad.ac.id)

TRAINING/KONSULTASI HIPNOTERAPI DI BANJARMASIN