My Parents are My Heaven Door

My-Parents-is-My-Heaven

Orangtuaku adalah Pintu Surgaku

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu katanya,

“Seorang yang bernama Juraij sedang mengerjakan ibadah di sebuah
sauma (tempat ibadah). Lalu ibunya datang memanggilnya, dengan meletakkantangannya di bagian kepala antara dahi dan telinga serta mengangkat kepalanya, Hai Juraij ! Aku ibumu, jawablah panggilanku.Ketika itu perempuan tersebut mendapati anaknya sedang shalat. Dengan keraguan Juraij berkata kepada diri sendiri: Ya Allah, ibuku atau shalatku?

Tetapi Juraij telah memilih untuk meneruskan shalatnya. Tidak
berapa lama selepas itu, perempuan itu pergi untuk yang kedua kalinya.
Beliau memanggil, Hai Juraij! Aku ibumu, jawablah panggilanku.  Juraij
bertanya lagi kepada diri sendiri, Ya Allah, ibuku atau shalatku? Tetapi
beliau masih lagi memilih untuk meneruskan shalatnya.

Oleh karena terlalu kecewa akhirnya perempuan itu berkata, Ya Allah, sesungguhnya Juraij adalah anakku. Aku sudah memanggilnya berulang kali, namun ternyata ia enggan menjawabnya. Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia mendapat fitnah yang disebabkan oleh perempuan pelacur.

Pada suatu hari seorang pengembala kambing sedang berteduh
di dekat tempat ibadah Juraij yang letaknya jauh terpencil dari orang
ramai. Tiba-tiba datang seorang perempuan dari sebuah dusun yang juga
sedang berteduh di tempat tersebut. Kemudian keduanya melakukan
perbuatan zina.

Singkat cerita perzinaan tersebut melahirkan seorang anak. Dan pelacur itu dicurigai penduduk. Ketika ditanya oleh orang ramai, Anak dari siapakah ini? Perempuan (yang berzina) itu menjawab,  Anak dari penghuni tempat ibadah(Juraij).  Lalu orang ramai berduyun-duyun datang kepada Juraij. Mereka membawa besi perajang. Mereka berteriak memanggil Juraij, yang  pada waktu itu sedang shalat. Maka sudah tentu Juraij tidak melayani panggilan mereka, akhirnya mereka merobohkan bangunan tempat ibadahnya.

Tatkala melihat keadaan itu, Juraij keluar menemui mereka.
Mereka berkata kepada Juraij, Tanyalah anak ini!.                                           Juraij tersenyum, kemudian mengusap kepala anak tersebut dan bertanya, Siapakah bapakmu?.  Anak itu tiba-tiba menjawab, Bapakku adalah seorang
penggembala kambing.

Setelah mendengar jawaban jujur dari anak tersebut, mereka kelihatan menyesal, lalu berkata:  Kami akan mendirikan tempat ibadahmu yang kami robohkan ini dengan emas dan perak. Juraij berkata:  Tidak perlu, biarkan ia menjadi debu seperti asalnya.  Kemudian Juraij meninggalkannya. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Kisah di atas diceritakan Nabi Muhammad SAW ketika beliau
menjelaskan tiga bayi yang dapat berbicara, yaitu Isa bin Maryam,
Ashabul Ukhdud yang dijelaskan dalam surat Al-Buruj dan kisah Juraij
ini. Pada hadits ini Juraij melihat wajah pelacur karena doa ibunya
akibat Juraij tidak memenuhi panggilannya saat Juraij melakukan shalat
sunnah. Para ulama beristimbat dengan hadits ini bahwa shalat sunnah
harus dibatalkan untuk memenuhi panggilan ibu.

Kisah ini memberi pelajaran bahwa taat kepada kedua orang tua
harus didahulukan dari ibadah sunnah. Bahkan dalam masalah jihad
Ibnu Hazm berkata, “Tidak boleh jihad kecuali dengan izin kedua orang
tua kecuali kalau musuh itu sudah ada di tengah-tengah kaum muslimin
maka tidak perlu lagi izin.”

Para ulama menerangkan bahwa selama jihad tersebut fardhu
kifayah maka harus didahulukan berbakti kepada kedua orang tua.
Sebagaimana dalam hadits dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash yang artinya:

Seseorang datang kepada Rasulullah SAW meminta izin untuk jihad.
Kemudian Nabi SAW bertanya, “Apakah bapak ibumu masih hidup ?”
Orang itu menjawab: “Ya” , maka kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Hendaklah kamu berbakti kepada keduanya.” (Hadits Riwayat Bukhari,
Muslim , Abu Dawud, Nasa’i, dan Ahmad)

Penulis merasakan sendiri buah dari berbakti kepada kedua orang
tua. Sampai sekarang kehidupan Penulis terasa mudah dan bahagia.
Semoga berlanjut sampai akhirat kelak…Amin.

Salah satu kunci bahagia adalah berbakti kepada kedua

orang tua

Setiap kali ada hal-hal yang sangat penting, atau saat Penulis pergi keluar kota, maka Penulis selalu minta izin, doa dan minta pertimbangan kedua orangtua. Dan terbukti semua hal yang dilakukan Penulis selalu dalam kemudahan dan kebahagiaan. Alhamdulillah, My Parents are My Heaven Doors.

Konsultasi/ Terapi Konflik dengan Orang Tua : 082148869567