Apakah Anda Ingin Hidup Dengan Kenikmatan Yang Terus-Menerus?

images?q=tbn:ANd9GcS-TO2pN2zoLvQveEb8feXy57s2K0iA8LDNoBhqLZqePaTuKpmJ Konsultasi Problem Hidup di Banjarmasin

hipno2 Konsultasi Problem Hidup di Banjarmasin

Apakah Anda Ingin Hidup Dengan Kenikmatan Yang Terus-Menerus? Allah mengajarkan kepada kita : Artinya : “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” (Hud : 3)

Apakah Anda Ingin Hidup Dengan Kenikmatan Yang Terus-Menerus?

Ada kenikmatan yang bersifat tetap dan terus menerus, seperti; Nikmat sehat, nikmat bernafas, nikmat melihat, nikmat mendengar, nikmat sinar matahari, nikmat udara, nikmat oksigen, dan jenis nikmat-nikmat lainnya.

Ada juga kenikmatan yang kita dapatkan bersifat mendadak dan sesekali saja, seperti; Memiliki anak, mendapat jodoh, mendapat pekerjaan, terhindar dari bencana, selamat dari kecelakaan, dan lain sebagainya.

Madzhab Syafi’i dan madzhab Hambali berpandangan bahwa sujud syukur hanya disyariatkan bagi kenikmatan-kenikmatan yang bersifat sesekali saja. Dan tidak disyariatkan bagi kenikmatan-kenikmatan yang bersifat tetap dan terjadi secara terus-menerus. Sebab mensyukuri nikmat yang bersifat tersu menerus sudah diwakili dengan sujud di dalam shalat yang kewajibannya bersifat tetap selama manusia hidup.

Bersyukur merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk berterima kasih atas segala limpahan nikmat yang telah Tuhan berikan.

Istilah syukur sendiri menurut agama, sebagaimana yang telah diajabarkan oleh Ibnul Qayyim:

“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.” (Madarijus Salikin, 2/244).

Lawan dari syukur sendiri adalah kufur nikmat, yaitu sifat enggan untuk menyadari atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang telah didapatkan adalah dari Allah Ta’ala.

Oleh karena itu, selalu bersyukur saat Anda sedang diberi nikmat oleh Allah SWT, tidak memandang nikmat itu banyak atau sedikit. Karena orang yang selalu bersyukur niscaya Tuhan akan menambah kenikmatan tersebut.

Hal ini sebagaimana firman Tuhan di dalam QS Ibrahim ayat 7 yang memiliki arti:

“Barang siapa yang bersyukur atas nikmatku kata Allah, niscaya aku akan menambahn nikmat itu. Akan tetapi barang siapa yang kufur atas nikmat Ku kata Allah, maka azab ku sangatlah pedih.”

Konsultasi Jalan Keluar Masalah : HP/WA.0821.4886.9567

Follow IG : @hipnoterapi_banjarmasin